Cara Menggunakan Margarin dan Mentega Dengan Benar

Untuk kamu yang senang membuat kue, tentu saja kamu pasti sering sekali mendengarkan argumen ini, mau pilih margarin atau mentega? Hal ini sangat wajar, karena masih banyak yang sering menggunakan margarin dan mentega dalam hal membuat kue. Nah tetapi apakah kamu tahu bahwa ada beberapa jenis kue yang seharusnya hanya menggunakan salah satu dari kedua bahan tersebut? Temukan alasannya dibawah ini ya. 

Saat resep memberikan margarin atau mentega, tentu sudah ada arah tertentu dari sang pembikin resep. Tidak seluruhnya semua jenis kue memakai margarin, dan demikian sebaliknya. Salah satunya konsumen pernah coba menceritakan mengenai kisah hidupnya menukar pemakaian margarin dengan mentega pada resep cookies (keinginannya agar rasa akan semakin nikmat, hehehe), rupanya hasil tidak seperti yang diinginkan karena kue justru jadi “mbleber” dan abyar. Jadi yakinkan kita betul-betul kuasai resep atau minimal lakukan eksperimen lebih dulu saat sebelum final mensubtitusi ke-2 lemak itu.

Hasil dari margarin dan mentega

Margarin dipakai untuk hasil akhir kue yang lebih kering dan condong padat (tidak begitu lembut), sedang mentega direferensikan untuk hasil kue yang lebih halus, harum, dan mempunyai wewangian susu yang kuat. Ada orang yang menyukai sekali dengan wewangian kue yang buttery. Tetapi ada pula orang yang justru mual dengan aroma butter yang dipandang terlampau “susu”. Maka pemakaian ke-2 nya bergantung hasrat semasing.

Harga margarin dan mentega 

Kecuali dari rasa, wewangian, dan struktur, hal yang lain perlu lihat saat sebelum putuskan ingin memakai mentega atau margarin ialah harga. Ingat, mentega lebih mahal dari margarin. Jika untuk konsumsi sendiri sich, tidak jadi masalah. Tetapi bila kita ialah penjual, karena itu ongkos harus disamakan dengan sasaran pasar tujuan. Janganlah sampai ongkos produksi membesar dan pada akhirnya kita tidak untung.

Kandungan inti dari mentega dan margarin 

Karena elemen intinya ialah minyak nabati, margarin semakin sedikit memiliki kandungan kolesterol dan lemak jemu dibanding dengan mentega, mempunyai persentase lemak tidak jemu double dan tidak jemu tunggal yang semakin tinggi. Tetapi, margarin kemungkinan memiliki kandungan lemak trans, walau banyak merek yang sudah kuranginya.

Tipe lemak yang ditemukan dalam mentega dan margarin sebagai factor pemasti yang membandingkan ke-2 nya. Sementara mentega berawal dari lemak hewani, margarin dibikin dari minyak nabati. Ketidaksamaan ini berpengaruh pada rasa, struktur, dan gizi.

Itu dia beberapa cara menggunakan margarin dan mentega berdasarkan ciri khas kedua bahan diatas. Semoga bermanfaat untuk kamu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *