Apakah Margarin atau Mentega Sehat?

Dikarenakan memiliki bentuk yang condong serupa, beberapa orang masih kebingungan untuk membanding kan margarin dengan mentega. Walau sebenarnya, ke-2 bahan makanan ini sesungguhnya mempunyai ketidaksamaan baik itu dalam soal bahan pembikinannya dan manfaatnya. Oleh karena itu mari kita membahas margarin atau mentega ini agar kita lebih mengerti lebih dalam lagi.

Seberapa sehat bahan ini?

Ahli kesehatan menyebutkan margarin umumnya dibikin berbahan nabati. Namun, proses pemrosesannya umumnya membuat bahan makanan ini mempunyai kandungan lemak trans yang lumayan tinggi. Saat itu, mentega umumnya diproses dari produk susu berlemak tinggi. Sering mengkonsumsinya tidak bagus untuk kesehatan jantung, memicu kenaikan tekanan darah, dan tingkatkan resiko kegemukan.

Margarin dipandang seperti bahan pilihan dari mentega sebab bahan intinya yang dari bahan nabati seperti minyak kanola, minyak kelapa sawit, minyak zaitun, kedelai, dan jagung. Disamping itu, beberapa bahan lain seperti laktosa, kasein, dan whey umumnya dimasukkan pada dalam margarin. Bahkan juga, kita bisa juga mendapati pewarna dan perasa.

Bila kita konsumsi sesendok margarin, karena itu kita akan memperoleh kalori sekitar 80-100 kalori, lemak sekitar 9-11 gr, lemak jemu sekitar 2 gr, dan lemak trans sekitar 1,5 sampai 2,5 gr. Walau kandung kalorinya lebih rendah dari mentega, margarin tinggi kandungan lemak trans.

Namun, di pasar ada produk margarin bebas lemak yang umumnya mempunyai kandung kalori yang lebih rendah. Umumnya, margarin tipe ini memiliki bentuk cair.

Bila kita konsumsi margarin biasa dengan frekuensi yang cukup kerap, karena itu konsumsi lemak trans akan terlalu berlebih dan dapat mengakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Sebab fakta berikut seharusnya kita batasi konsumsinya.

Kandungan margarin atau mentega

Ahli kesehatan Katherine Zeratsky yang dari Mayo Clinic menyebutkan mentega tinggi kandungan lemak jemu sebab dibuat dari bahan lemak hewani. Dalam sesendok makan mentega dapat ditemukan 102 kalori, 11,5 gr lemak, dan beberapa macam vitamin seperti vitamin A, vitamin B12, vitamin K, dan vitamin E.

Dalam mentega ada kandungan asam linoleat yang bagus untuk kesehatan badan dan menahan hadirnya beberapa macam kanker. Sayang, dalam mentega ada kandungan lemak jemu dan lemak trans yang termasuk tinggi hingga bila kita mengkonsumsinya dengan terlalu berlebih, dapat mengakibatkan penyakit kardiovaskular yang mematikan.

Seberapa sering sebaiknya untuk mengkonsumsi margarin atau mentega?

Ahli kesehatan mengatakan ke-2 bahan makanan ini harus dibatasi konsumsinya untuk menahan hadirnya penyakit jantung atau pembuluh darah, tetapi bukan bermakna kita harus betul-betul menghindarinya. Bila benar-benar dibutuhkan, kita dapat kok konsumsi margarin atau mentega selaku kombinasi dari makanan yang kita konsumsi.

Namun, bila kita menyaksikan dari segi bahan pembikin ke-2 bahan makanan ini, margarin dapat dipandang lebih aman untuk keadaan kesehatan sebab tidak mempunyai kandung lemak hewani. Asumsinya, margarin tidak mempunyai kandung lemak dan cholesterol sekitar mentega.

Ahli kesehatan menyebutkan margarin, terhitung margarin cair semakin lebih direferensikan untuk mereka yang lagi jalani diet vegetarian atau pengin perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan untuk turunkan berat tubuh. Namun, konsumsi mentega kadang-kadang masih bisa untuk dikerjakan.

Satu perihal yang jelas, ahli kesehatan merekomendasikan kita selalu untuk memeriksa merek berbahan makanan yang akan kita pakai, terhitung mentega atau margarin. Kita harus jeli dalam memperhatikan kandungan nutrisinya. Selaku contoh, bila dalam merek margarin ada tulisan kandung minyak terhidrogenasi parsial, karena itu margarin ini mempunyai kandungan lemak trans.

Yakinkan untuk pilih kandung lemak trans atau lemak jemu yang sedikitnya dalam margarin atau mentega yang kita konsumsi untuk memperoleh faedahnya dengan optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *